Selasa, 10 Desember 2013

TIPS ANTISIPASI dan DETEKSI DINI KEBOCORAN GAS

PERHATIKAN KELAYAKAN TABUNG GAS
  Mencermati hal ini, tentu saja masyarakat haruslah dibekali dengan pengetahuan mengenai hal-hal yang bersangkut paut dengan tabung dan gas ELPIJI, sebab masih banyak masyarakat awam yang belum mengerti benar mengenai hal ini.Keterlibatan semua pihak sangat diperlukan dalam usaha sosialisasi dan membekali pengetahuan mengenai hal yang berkenaan dengan Tabung dan Gas Elpiji ini. Oleh karena itu pula saya merasa tertarik dan terpanggil untuk turut membantu dan membagi sedikit pengetahuan yang saya miliki, walau saya sadari benar bahwa pengetahuan yang saya milikipun sangat kurang, namun semoga yang sedikit ini dapat bermanfaat besar dan dapat membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan demi keamanan dan keselamatan serta antisipasi dari bahaya ledakan tabung gas (khususnya di lingkungan tempat tinggal saya dan masyarakat secara umum).
  Langkah Awal jika tercium aroma menyengat bau khas Gas Elpiji, maka usahakan buka semua pintu dan jendela agar terjadi sirkulasi udara dengan lancar dan gas elpiji dan terbawa bersama angin ke udara bebas, selanjutnya jangan menyalakan saklar lampu meskipun dalam suasana gelap-gulita dan sebaliknya jika ada lampu listrik yang menyala tidak perlu dimatikan karena hal tersebut dapat membuat percikan api yang selanjutnya membakar gas dan terjadilah kebakaran dan proses ini bisa terjadi dalam waktu yang sangat singkat. Dan perlu diketahui pula bahwa sifat dari gas elpiji hanya mampu melayang beberapa sentimeter di atas permukaan lantai ruangan, karena gas elpiji memiliki berat jenis lebih dibanding udara, biasanya jika kebocoran sudah lama berlangsung misalnya pada rumah kosong, maka lantai akn terasa basah atau lembab. Sehingga jika terdapat lubang pada lantai atau dinding dekat lantai maka akan membantu mempercepat hilangnya luapan Gas Elpiji dari dalam ruangan rumah.
  Adapun hal-hal lain yang dapat menyebabkan Kebocoran Gas dan selanjutnya memicu ledakan Tabung Gas, dapat di antisipasi jika kita cermat dan teliti meski secara sederhana, antara lain :
 1. Kondisi Tabung.
Periksa terlebih dahulu apakah Tabung Gas dalam kondisi baik. Apakah tabung gas tidak keropos atau terdapat retakan-retakan yang mungkin terjadi karena benturan atau terjatuh pada waktu pengangkutan dan penumpukan.Retakan mungkin juga terjadi akibat dari pengaruh perubahan suhu yang ekstrim.
Untuk mengetahui bocor tidaknya tabung Gas, dapat dilakukan pengecekan tabung dengan cara memasukkan ke dalam tempat berisi air, agar jika terdapat kebocoran maka akan terlihat gelembung-gelembung dalam air.
 2. Kondisi Selang.
Pastikan selang dan kompor gas dalam kondisi baik (tidak ada kebocoran), ataupun pemasangan selang yang kurang kuat. Kebocoran dapat dideteksi dengan cara sederhana yaitu dengan meniup selang yang sudah terpasang pada pipa saluran kompor gas dengan terlebih dahulu menutup atau memposisikan katup penutup gas pada kompor diposisi OFF, jika ada kebocoran pada selang atau kompor maka akan terasa udara yang kita tiup tidak tertahan atau tidak terasa buntu. Sebaliknya jika selang dan katup kompor dalam kondisi baik maka saat kita meniup selang akan terasa buntu (angin yang kita tiupkan tertahan). 
3. Kondisi Regulator
Periksa regulator dan karet pengaman tabung.
 Biasanya terkadang juga ditemukan regulator yang sudah tidak presisi, mungkin karena aus atau juga regulator palsu sehingga memiliki ukuran yang tidak sesuai standar. Selain itu juga hal ini dimungkinkan juga karena karet pengaman pada tabung juga kurang presisi sehingga masih dapat menyebabkan kebocoran. Jika hal ini terjadi gantilah karet atau regulator yang rusak.
 Nah Jika pengecekan di atas telah selesai dan Regulator telah dipasang pada tabung gas, coba pastikan kembali apakah tidak ada bau gas yang tercium ataupun suara desis gas yang bocor. Jika masih ada bau gas ataupun suara desis gas, lepas kembali regulator, periksa dan pasang ulang.
4. Kondisi Kompor
Bersihkan dan ceklah kemungkinan kebocoran pada kompor.
Cara sederhananya dengan coba meniup pipa dimana tempat selang dari tabung disambungkan dengan melepas terlebih dahulu selang dari pipa kompor. Cobalah meniup apakah ada kebocoran lebih mudah diketahui jika kompor berada dalam air, selanjutnya coba putar pengatur ON/OFF pada kompor, bandingkan pada saat posisi OFF dengan pada posisi ON. 
Sebaiknya sediakan selalu Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sebagai alat penanggulangan pertama pada kebakaran.
Demikian sedikit tips sederhana dari saya, semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar