Mimpi F1ZR tiap malam, maksudnya impian memiliki sepeda motor YAMAHA F1ZR tak pernah pupus ditelan waktu selepas dari bangku SMU. Meskipun bertahun-tahun pesona si primadona desa, ah nyontek judul lagu bang Haji neh ??? si primadona motor bebek terlanjur melekat dihati. Saking ngebetnya sama si F1ZR ini akhirnya pada tahun 2003 nekad kredit padahal belum pasti mampu bayar angsuran kreditnya,..ho..ho..Walhasil si F1ZR hitam les silver, tetangga di kampung si Tau Sedikit.
menyebutnya les atau striping millennium, kopling semi otomatis akhirnya nangkring di rumahku..waww rasanya bahagia bagai pengantin baru, tapi itu sih bayangan si Tau Sedikit aja sebab saat itu belum tahu bagaimana rasanya pengantin baru..hmmm..
menyebutnya les atau striping millennium, kopling semi otomatis akhirnya nangkring di rumahku..waww rasanya bahagia bagai pengantin baru, tapi itu sih bayangan si Tau Sedikit aja sebab saat itu belum tahu bagaimana rasanya pengantin baru..hmmm..
Baru satu tahun terlewati kebersamaan si F1ZR millenium dengan si Tau Sedikit, eh ternyata kami harus berpisah untuk selamanya, karena si F1ZR millenium harus kembali kepangkuan sang perusahaan pembiayaan karena si Tau Sedikit tak mampu menafkahi, huff maksudnya membayar angsuran bulanan siF1ZR milenium..uhukhukhuk. Duchh…untuk urusan kesana kemari, mau tidak mau si Tau Sedikit mengandalkan GL alias Goyang Lutut berjalan kaki.
Tapi kalaulah jodoh tak akan kemana, akhirnya di tahun 2005 si Tau Sedikit dipersatukan kembali dengan sang Primadona motor bebek si F1ZR. Pantang menyerah, meski si Tau Sedikit pernah gagal kredit alias tersangkut kasus kredit macet, kini si Tau Sedikit mengulang kredit lagi..wahahahaha…

Tidak ada komentar:
Posting Komentar