![]() |
| Tampak Batang dan Daun Kayu Ulin. |
Ulin ( Eusideroxylon zwageri ) merupakan kayu khas kalimantan dengan tingkat keawetan dan kekerasan nomor satu.
Dikenal dengan daya tahan terhadap pengaruh perubahan cuaca, suhu dan tahan terhadap pengaruh air asin, serta faktor penyebab pelapukan lainnya, namun sayang terkenalnya Ulin membuatnya terancam tinggal namanya saja yang di kenang. Kayu Ulin banyak di gunakan sebagai bahan konstruksi bangunan berat seperti Jembatan, rumah dan lainnya. Ulin juga biasanya dijadikan atap rumah ( di Kalimantan di Sebut Atap Sirap ), selain itu Ulin banyak digunakan sebagai tiang atau tonggak bangunan yang berdiri di atas permukaan laut seperti pelabuhan karena daya tahannya terhadap pengaruh air asin, sehingga kayu ulin di beri julukan sebagai " si Kayu Besi " karena kekerasan dan berat kayunya. Namun Hal ini sepadan dengan laju pertumbuhan diameter dan tinggi batang yang sangat lambat dan membutuhkan waktu ratusan tahun untuk sampai pada diameter yang ideal untuk dapat di panen dan dibuat berupa balok, papan atau lainnya. Hal inilah yang membuat orang enggan membudidayakan kayu ulin walaupun bisa tumbuh.
Dikenal dengan daya tahan terhadap pengaruh perubahan cuaca, suhu dan tahan terhadap pengaruh air asin, serta faktor penyebab pelapukan lainnya, namun sayang terkenalnya Ulin membuatnya terancam tinggal namanya saja yang di kenang. Kayu Ulin banyak di gunakan sebagai bahan konstruksi bangunan berat seperti Jembatan, rumah dan lainnya. Ulin juga biasanya dijadikan atap rumah ( di Kalimantan di Sebut Atap Sirap ), selain itu Ulin banyak digunakan sebagai tiang atau tonggak bangunan yang berdiri di atas permukaan laut seperti pelabuhan karena daya tahannya terhadap pengaruh air asin, sehingga kayu ulin di beri julukan sebagai " si Kayu Besi " karena kekerasan dan berat kayunya. Namun Hal ini sepadan dengan laju pertumbuhan diameter dan tinggi batang yang sangat lambat dan membutuhkan waktu ratusan tahun untuk sampai pada diameter yang ideal untuk dapat di panen dan dibuat berupa balok, papan atau lainnya. Hal inilah yang membuat orang enggan membudidayakan kayu ulin walaupun bisa tumbuh.
Sebagai contoh, pohon ulin yang tumbuh di pekarangan samping rumah kami ( Gambar 1. ) mungkin sudah berumur sekitar 70 tahun hanya mencapai diameter 20 cm meter dengan tinggi pohon 15 meter.
Seingat saya, sekitar 30 tahun lalu waktu saya masih duduk di kelas satu Sekolah Dasar, Pohon Ulin ini sudah ada dengan ukuran sekitar setengah dari ukuran sekarang.
Selain tingkat laju pertumbuhan diameter dan tinggi pohon ulin yang lambat, pembiakan secara alami di habitat asli juga sangat sulit dan lambat, dikarenakan sifat fisik dari buah Kayu Ulin yang memiliki pelindung biji (semacam tempurung kelapa) yang keras ( Gbr.2 ) sehingga proses terjadinya perkecambahan biji memerlukan waktu yang lama antara 6 sampai 12 bulan, biasanya untuk mempercepat proses perkecambahan perlu adanya rekayasa dengan membuat tipis atau melubangi tempurung buah ulin dengan cara dikikir. Selain hal tersebut di atas, anakan ulin yang mulai tumbuh, dalam perkembangannya juga menemui musuh yang suka memamakan kulit atau sekedar merusak kulit dan daun anakan ulin yaitu binatang Landak.
![]() |
| Gbr 2. Tempurung Pelindung biji buah Ulin |
![]() |
| Gambar 1. Tampak Pohon Ulin tinggi sekitar 15 meter |
Bukan tidak mungkin, anak cucu kita dimasa akan datang hanya mendengar dari cerita atau membaca tentang sejarah si Kayu Besi ini tanpa tahu, mengenal apalagi melihat langsung di habitat aslinya karena sudah punah .Semoga saja kelestarian si Kayu Besi ini dapat berlanjut, meski butuh waktu dan proses yang sangat lama.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar