Rabu, 12 Juli 2017

Kelemahan Truk CANTER 110

Kali ini Si Tau Sedikit coba menuangkan sedikit pengalaman tentang susah payahnya memelihara si Kuning alias Dump Truk Mitshubishi CANTER 110 HD.
Tahun awal si Kuning ini lancar jaya, namanyanya juga barang baru pasti beda dengan barang karatan. Namun setelah tiga tahun bersama mulailah si Kuning ini bertingkah maksudnya sering rusak, parahnya lagi rusaknya berseri. Seri pertama patah as roda, seri kedua rusak gardan, seri tiga rompal gear transfer atau gigi PTO, dan seterusnya lanjut seterusnya lagi. 
Memang setelah si Tau Sedikit bandingkan dengan istri tetangga, eh maaf maksudnya dibandingkan dengan Truk tetangga CANTER 125 memang ada benarnya pepatah yang mengatakan rumput tetangga selalu hijau, apa hubungannya ya dengan rumput tetangga.
Ada beberapa kelemahan secara sekilas dan menurut yang si Tau Sedikit pernah alami yaitu. :
1. Besar lingkaran atau Ting Roda pada si Kuning ini jasi poin pertama kekalahan dengan model Truk CANTER di atasnya sehingga jelas lebih rendah apalagi saat terisi muatan atau beban yang menyebabkan gardan rawan tersangkut apalagi pada Medan berat.
2. Jika ban atau roda diganti dengan ukuran ring atau lingkaran yang lebih besar maka akan mengurangi efek sering tersangkut, namun berakibat pada beban putaran roda jadi berat sehingga mengakibatkan rawan patahnya AS roda belakang.
3. Akibat beban untuk memutar roda yang bertambah menimbulkan efek pula pada sistem gigi tranmisi atau transmisi gearbox yang sering rompal.
4. Gear PTO juga beberapa kali rompal.
Inilah kelemahan Truk CANTER 110 yang menurut si Tau sedikit sebagaimana yang pernah alami dan rasakan terutama saat mengalami  kerusakan gigi susun 2 kali berturut-turut hanya dalam waktu satu Minggu.
Semoga sedikit pengalaman ini mendatangkan manfaat yang tidak sedikit.

2 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Terima kasih infonya bang, kebetulan sy lagi cari truk canter sambil melihat perbandingannya

    BalasHapus