Bagaimana sebenarnya proses munculnya api? Secara kimia, proses munculnya api membutuhkan oksigen, bahan bakar dan s hu yang panas. Untuk memudahkan mengingatnya kita bisa menyebutnya sebagai rantai segitiga api : oksigen (oxygen) – panas (heat) – bahan mudah terbakar (fuel). Kita akan membicarakan satu-satu elemen yang bisa menimbulkan api tersebut.
Oksigen(O2) adalah unsur kimia yang ada di udara, dan sangat dibutuhkan oleh manusia dan hewan. Proses pembakaran selalu membutuhkan oksigen. Kita bisa lakukan percobaan sederhana dengan lilin. Nyalakan lilin dalam mangkok berisi air kemudian tutuplah dengan gelas. Air berfungsi untuk memastikan tidak adanya oksigen yang masuk dalam gelas dari celah. Lama-lama nyala lilin akan meredup dan akhirnya mati. Ini dikarenakan oksigen yang ada dalam gelas semakin berkurang dan pada akhirnya tidak mencukupi untuk terjadi proses munculnya api.Maka dari itu salah satu usaha untuk mematikan api yaitu dengan menghalangi adanya kontak antara api dengan udara. Di dapur kita bisa sediakan selimut api (fire blanket) atau karung goni, dan alangkah baiknya jika tersedia APAR (alat pemadam api ringan). Kebiasaan menutup pintu setiap kamar juga bisa membantu untuk mengurangi pasokan oksigen apabila terjadi kebakaran di salah satu kamar.Panas bisa ditimbulkan oleh proses kimia, reaksi nuklir, listrik/electromagnetic dan secara mekanik (sepeti gesekan). Di kehidupan modern ini, banyak sekali kebakaran karena disebabkan oleh listrik. Hubungan pendek listrik dan pembebanan yang berlebihan bisa menimbulkan panas dan pada akhirnya memicu kebakaran. Jadi waspadalah dengan listrik di rumah anda.
Oksigen(O2) adalah unsur kimia yang ada di udara, dan sangat dibutuhkan oleh manusia dan hewan. Proses pembakaran selalu membutuhkan oksigen. Kita bisa lakukan percobaan sederhana dengan lilin. Nyalakan lilin dalam mangkok berisi air kemudian tutuplah dengan gelas. Air berfungsi untuk memastikan tidak adanya oksigen yang masuk dalam gelas dari celah. Lama-lama nyala lilin akan meredup dan akhirnya mati. Ini dikarenakan oksigen yang ada dalam gelas semakin berkurang dan pada akhirnya tidak mencukupi untuk terjadi proses munculnya api.Maka dari itu salah satu usaha untuk mematikan api yaitu dengan menghalangi adanya kontak antara api dengan udara. Di dapur kita bisa sediakan selimut api (fire blanket) atau karung goni, dan alangkah baiknya jika tersedia APAR (alat pemadam api ringan). Kebiasaan menutup pintu setiap kamar juga bisa membantu untuk mengurangi pasokan oksigen apabila terjadi kebakaran di salah satu kamar.Panas bisa ditimbulkan oleh proses kimia, reaksi nuklir, listrik/electromagnetic dan secara mekanik (sepeti gesekan). Di kehidupan modern ini, banyak sekali kebakaran karena disebabkan oleh listrik. Hubungan pendek listrik dan pembebanan yang berlebihan bisa menimbulkan panas dan pada akhirnya memicu kebakaran. Jadi waspadalah dengan listrik di rumah anda.
Bahan mudah terbakar bisa banyak sekali, mulai dari bahanbakar minyak, lemak, kayu, kertas, kain, kasur di kamar dll. Tentu saja tingkat kemudahan untuk terbakar untuk masing-masing bahan berbeda. Kayu kering akan lebih mudah terbakar daripada kayu basah, kertas lebih mudah terbakar daripada kayu, bensin lebih mudah terbakar daripada solar dll.Lalu dari informasi ini apa yang bisa kita lakukan untuk mencegah terjadinya kebakaran? Untuk oksigen kita tidak dapat berbuat banyak, kecuali apabila sudah terjadi kebakaran kita harus berusaha untuk mengurangi pasokan oksigen atau menghalangi sama sekali kalau bisa. Untuk elemen yang lain dapat kita lakukan sebagai berikut:
1. Meniadakan bahan bakar. Jauhkan bahan yang mudah terbakar dari sumber panas atau api. Seperti jauhkan obat nyamuk bakar dari kasur atau korden, jangan merokok di atas kasur, jangan merokok di dekat pompa bensin dll. Simpan cairan mudah terbakar seperti cat, spiritus, thiner dll ditempat yang jauh dari sumber panas atau api, sebaiknya di dalam lemari.
2. Memastikan tidak adanya sumber panas yang tidak diharapkan. Seperti telah dibahas sebelumnya ini bisa dari instalasi listrik yang tidak benar, hubungan pendek listril dll. Matikan semua lampu yang tidak dibutuhkan pada malam hari, matikan semua peralatan listrik sebelum tidur (kecuali yang pakai baterai), matikan kompor sebelum meninggalkan dapur dll
Dengan cara meniadakan salah satu atau lebih dari elemen segitiga api maka rantai reaksi akan terputus sehingha api tidak akan dapat menyala. Jika bahan bakar tidak ada jelas tidak akan terjadi nyala api, meskipun bahan bakar dan oksigen tersedia, jika suhu dingin maka api juga akan sulit menyala. Tersedia bahan bakar dan suhu panas jika oksigen tidak tersedia api juga akan sulit menyala. Semoga bermanfaat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar