Selasa, 20 Mei 2014

Selebrasi Kelulusan Siswa.

Suatu hari di saat si Tau Sedikit berangkat menuju tempat kerja, di perjalanan itu si Tau Sedikit   berpapasan dengan konvoi siswa sekolah (seragam biru putih) dan ada juga dengan seragam sekolah selain biru putih, sembari trus menerus membunyikan klakson sepeda motor bersahut-sahutan seakan-akan merekalah yang perlu diberi prioritas jalan sebagaimana layaknya mobil pemadam kebakaran yang sedang berpacu dengan waktu menuju tempat kejadian kebakaran, atau bak mobil ambulan yang sedang mengantar pasien. Di lain tempat, sekelompok siswa lain, mereka sedang asyik memainkan spidol, menggores kata atau sekadar membubuhkan tanda-tangan. Mereka coba membuat warna-warni suasana dengan menge CAT pakaian sekolah bahkan rambut mereka, hingga tampak mirip badut. Oh..si Tau Sedikit baru ingat, rupanya hari ini adalah hari pengumuman kelulusan. Entah sejak kapan tradisi selebrasi seperti ini mulai ada ??? yang jelas seingat si Tau Sedikit waktu si Tau Sedikit dulu lulus SMU, selebrasi seperti ini memang sudah ada, entah siapa penemunya tidak pernah si Tau Sedikit dapatkan dipelajaran sekolah.

si Tau Sedikit teringat perkataan almarhumah ibu si Tau Sedikit dikala memberi nasehat menjelang hari pengumuman kelulusan si Tau Sedikit dari SMU, kenapa baju yang masih bagus mesti di rusak ?? bukankah jika dikumpulkan kemudian disumbangkan kepada orang-orang yang tidak mampu tentu mereka akan senang sekali menerimanya dan itu jauh lebih bermanfaat. Ah..itu sich pendapat orang tua, pendapat para siswa (remaja) tentulah berbeda…yang jelas pakaian yang tadinya dominan putih sekarang sudah jadi warna-warni abisss. Gembira, senang, plooong setelah berhasil lulus sekolah bukanlah suatu hal yang salah, tinggal pandai-pandai memilih cara yang mana yang paling tepat. Karena masih banyak aksi-aksi lain, yang bisa dipilih sebagai cara mengekpresikan luapan kegembiraan. Dibalik semua kegembiraan dan selebrasi para siswa yang lulus, banyak pula tangis sedih para siswa yang tidak berhasil memperoleh kelulusan. Banyaknya sekolah-sekolah dengan tingkat persentase kelulusan siswanya yang rendah, menghiasi dan mengisi berita media massa. Terlepas dari semua hal tersebut di atas, ada beberapa pertanyaan yang harus dijawab oleh para siswa yang baru lulus, khususnya buat para siswa yang lulus dari sekolah umum atau non kejuruan, untuk bekal menapaki masa kedepan. Apa rencana selanjutnya setelah lulus sekolah ? Apakah langsung mencari kerja, atau kuliah ? Bagi yang mampu dan memiliki biaya untuk kuliah sudahkah terpikirkan masuk perguruan tinggi mana, fakultas/jurusan apa ? Bukan pilih Perguruan Tinggi dan Bidang Studi hanya karena ikut teman atau motifasi lain yang asal-asalan. Bagi yang tidak melanjutkan pendidikannya alias tidak kuliah, ada 3 kemungkinan yaitu berpikir mencari pekerjaan (di tengah persaingan pencari kerja yang kiat berat) , menikah (maaf biasanya berlaku pada anak perempuan), dan opsi terakhir adalah opsi yang dengan berat hati mau tidak mau yah NGANGGUR. Pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas memang tidak terelakan lagi, yang mesti dilakukan adalah menjawab semua tanda tanya besar yang menganga siap melumat para siswa baru lulus yang terlena.

Lulus SMU bak tiba di persimpangan jalan yang harus dipilih, jalan mana yang tepat sebagai jalan menempuh cita-cita dan harapan. Teruslah berusaha dan berjuang, dimana ada kemauan disitu ada jalan. Semoga tercapai cita-cita dan harapan, teruslah semangat, belajarlah menjadi dewasa.

Selamat buat Adek-adek yang baru lulus, selamat menempuh perjuangan berikutnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar